Pelabuhan perikanan saat ini semakin menarik bagi investor untuk dijadikan basis dalam pengembangan industry perikanan karena berbagai alasan yakni pertama, investor semakin sulit memperoleh tanah yang bebas masalah diluar kawasan pelabuhan sehingga areal industry perikanan dikawasan pelabuhan semakin diminati, kedua sesuai dengan ayat 3 pasal 41 UU No. 31 tahun 2004 tentang perikanan yang menghapuskan setiap kapal penangkapan ikan dan kapal pengangkut ikan untuk mendaratkan ikan tangkapan di pelabuhan perikanan, ketiga adanya kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan bahwa kapal-kapal asing dilarang melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia kecuali kapal-kapal asing harus berpangkalan, mendaratkan hasil tangkapannya di pelabuhan perikanan Indonesia dan membuka industry perikanan di Indonesia dan keempat semakin banyak kemudahan yang diberikan kepada investor dipaelabuhan mulai dari pelayan prima sampai kepada murahnya tariff dalam memanfaatkan fasilitas pelabuhan.
Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu(PPN Palabuhanratu) adalah salah satu pelabuhan perikanan yang dibangun pemerintah pusat guna menunjang aktivitas perikanan yang memfanfaatkan sumberdaya ikan yang ada di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 9 Samudra Hindia, melayani kapal-kapal yang sedang melakukan operasi penangkapanikan di daerah penangkapan ikan (fishingground)dengan menyampaikan informasi yang diperlukan oleh nelayan, seperti informasi mengenai prakiran potensi daerah penangkapan ikan, harga ikan, kondisi cuaca melalui radio komunikasi atau alat elektronik lainnya, melakukan pelayanan terhadap kapal-kapal perikanan baik untuk keberangkapan maupun pada saat kedatangan dan saat berada di pelabuhan, memfasilitasi kegiatan pengelolaan ikan guna mempertahankan mutu ikan yang didaratkan.
Sehingga layak dikonsumsi, memfasilitasi kegiatan pemasaran ikan sehingga memperoleh harga yang wajar melalui kegiatan pelelangan ikan. Selain itu fungsi PPN Palabuhanratu adalah untuk memperlancar kegiatan distribusi ikan kedaerah konsumen, melakukan pembinaan terhadap masyarakat perikanan melalui pelatihan-pelatihan dan pembinaan usaha nelayan.
Semuatugas yang dilakukan oleh PPN Palabuhanratu tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efesiensi dan pertumbuahan usaha perikanan guna meningkatkan pendapatan nelayan dan kesejahteraannya, meningkatkan penerimaan dan devisa, mendorong perluasan dan kesempatan kerja, meningkatkan ketersediaanmutu, nilai, daya saing dan kunsumsisumebr protein ikan mengoptimalkan pengelolaan sumberdaya ikan dan meningkatkan ketersediaan bahan baku untuk industry pengelolaan ikan serta melakukan pengendalian dan pengawasan pemanfaatan sumberdaya ikan seperti kegiatan statistic perikanan dan pemeriksaan dokumen kapal perikanan.
PPN Palabuhanratumulai dioperasionalkan pada tahun 1993. Sejak pengembangannya pada periode 1993-2008, PPN Palabuhanratu telah mengalami dua tahappembangunan, yaitu pembangunan tahap pertama pada tahun 1993 dan beroperasi sampai dengan tahun 2002, kemudian pembangunan tahap kedua selama periode 2003-2005, yang merupakan pengembangan pembangunan tahap pertama. Pembangunan pelabuhan perikanan tahap pertama ditujukan untuk menunjang aktivitas perikanan terutama untuk penangkapan ikan dengan ukuran kapal sampai 30 GT dan pembangunan pelabuhan perikanan tahap kedua untuk menunjang aktivitas kapal berukuran 30 GT sampai dengan 150 GT.
Operasional PPN Palabuhanratu sangat tergantung kepada kondisi fisik pembangunannya dan sejauh mana hubungan tiga komponen didalam konsep triptyque portuaire dalam pengembangan suatu pelabuhan perikanan, tiga komponen tersebut adalah PPN Palabuhanratu, wilayah produksi (foreland) dan wilayah distribusi (hinterland).
Minggu, 22 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar